Ketua Persit Kartika Candra Kirana Korcab Korem 051/Wijayakarta, Ny Lir Wuryanto,S.Sos tetap konsisten hadir dalam kegiatan pengajian rutin gabungan Korem 051/Wkt yang dilaksanakan di Aula Makodim 0508/Depok, kamis (28/3).
Turut mendampingi Ny Lir Wuryanto, Ketua Persit KCK Cabang XXII Kodim 0508/Depok, Maya Zamroni, dan perwakilan dari Kodim Se-Korem 051/Wkt. Pengajian ini juga diisi tausyiah oleh Ustad H Mudi yang menjelaskan bahwa makna kesetiaan seorang istri dimata suami sangatlah besar. Keberadaan istri yang setia tak pernah bisa digantikan dengan uang atau lainnya, "istri yang setia memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah emas yang ada di dunia."ujar Mudi.
Menurut Ustad, kesetiaan istri tak cukup dinilai ketika kehidupan rumah tangga dalam lautan bahagia, karena semua istri juga bisa setia ketika hidup mereka diliputi dengan keadaan yang serba ada. Tapi ada berapa persen jumlah istri yang bisa tetap setia ketika hidup mereka ditekan oleh derita, tidak cukup uang, dan kekurangan lainnya?”tandas Ustad.
Ny Lir Wuryanto Hadiri Pengajian Rutin di Kodim 0508/Depok
0 komentar
Ketua Persit Kartika Candra Kirana Korcab Korem 051/Wijayakarta, Ny Lir Wuryanto,S.Sos tetap konsisten hadir dalam kegiatan pengajian rutin gabungan Korem 051/Wkt yang dilaksanakan di Aula Makodim 0508/Depok, kamis (28/3).
Turut mendampingi Ny Lir Wuryanto, Ketua Persit KCK Cabang XXII Kodim 0508/Depok, Maya Zamroni, dan perwakilan dari Kodim Se-Korem 051/Wkt. Pengajian ini juga diisi tausyiah oleh Ustad H Mudi yang menjelaskan bahwa makna kesetiaan seorang istri dimata suami sangatlah besar. Keberadaan istri yang setia tak pernah bisa digantikan dengan uang atau lainnya, "istri yang setia memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah emas yang ada di dunia."ujar Mudi.
Menurut Ustad, kesetiaan istri tak cukup dinilai ketika kehidupan rumah tangga dalam lautan bahagia, karena semua istri juga bisa setia ketika hidup mereka diliputi dengan keadaan yang serba ada. Tapi ada berapa persen jumlah istri yang bisa tetap setia ketika hidup mereka ditekan oleh derita, tidak cukup uang, dan kekurangan lainnya?”tandas Ustad.

