Salah satu Pelatih tembak TNI, Kapten Infantri Warto mengatakan, persiapan telah dilakukan selama satu bulan setelah digelarnya lomba tembak Panglima TNI. Dari hasil seleksi yang dilakukan para penembak yang akan mengikuti lomba tembak Brunei merupakan anggota TNI dari tiga angkatan. Terdiri dari TNI AD sebanyak 20 orang, TNI AL tiga orang, dan TNI AU sebanyak tiga orang.” Komulasi gabungan untuk seluruh penembak yang akan mengikuti lomba sebanyak 28 orang,”jelas Perwira yang juga menjabat sebagai Danramil 03/ Sukmajaya saat ditemui dilapangan tembak Kartika, Cilodong, Depok, Senin (2/1).
Menurut Warto, untuk lomba jenis senapan diikuti petembak dari TNI AD sebanyak lima orang, TNI AL dua orang, dan TNI AU tiga orang. Sedangkan jenis Pistol putra diikuti petembak dari TNI AD lima orang, dan TNI AK satu orang. Jenis GPMG/SO 7,62 diikuti anggota TNI AD sebanyak empat orang, dan TNI AL dua orang. “Target latihan sudah berjalan 85 persen, seluruh materi lomba telah kita siapkan, mudah-mudahan tahun ini kita bisa mempertahankan juara umum.”harap Warto.
Sedangkan jenis senjata yang akan digunakan TNI, ujar Warto merupakan senjata asli buatan pindad untuk kategori senapan SSI V4, kemudian jenis GPMG 7,62 dari belgia. Sedangkan jenis pistol terdiri dari pistol STI buatan Amerika dan Tampuk Liu buatan Italia.”Semua senapan yang digunakan TNI murni buatan dalam negeri (Pindad).”terangnya.
Lomba tembak BISAM (Brunei International Skill Arms Meet) rencananya akan diikuti 13 negara se Asia Tenggara, ditambah Inggris, Australia dan Yordania.”Pesaing terberat kita adalah Philipina dan Brunei.” Tandas Warto.(wandy)