Saat ini, lanjut Zaenal,
perahu telah selesai dibuat serta dilengkapi dengan perlengkapan
pendukungnya. Namun saya belum bisa menjamin apakah perahu itu bisa mengapung
atau tidak.”Saya masih khawatir, jangan-jangan saat uji coba perahu itu
tenggelam.”imbuhnya.
Karena itu, saya mohon kepada UI untuk mengizinkan kami
melakukan uji coba perahu penghancur eceng gondok tersebut.”Kalau di izinkan
saya akan langsung uji coba di danau UI.”
Zaenal juga menegaskan bahwa. perahu penghancur eceng gondok
itu akan dipamerkan juga di Monas dalam kegiatan pameran Alutista TNI AD di
silang Monas.
Selain membuat perahu,
lanjutnya, Ditziad juga tengah melakukan riset terhadap tanaman rumput
agar tetap hijau dan pernah tidak kering. Dalam riset itu tengah diupayakan bagaimana
rumput tumbuh tetap hijau dengan tanah yang basah, dan kalau hujan pun tanah
tidak becek. Artinya lahan yang ditumbuhi rumput hijau itu akan dijadikan
sebagai sumber air yang bermanfaat bagi
masyarakat. ”Kita akan buat instalasi air dibawah tanah yang siap dikeluarkan
kapan pun juga.”ujarnya menegaskan.
Namun dalam melakukan riset tersebut, Zaenal mengakui
bahwa ternyata membutuhkan biaya yang cukup besar, terutama dalam penyediaan
lahan.”. Setelah riset itu berhasil, nantinya akan saya sampaikan kepada para
prajurit untuk diteruskan, dirawat dan dijaga.”Kita membangun image pada
generasi yang akan datang, agar tumbuh lebih baik dari sebelumnya.(wandy)

