Menurut dia,
arus kendaraan dari Jalan Gas Alam yang mengarah ke Jalan Raya Bogor sebelumnya
sering menghambat arus kendaraan dari pintu keluar tol dan dari arah Jakarta. Akibatnya arus kendaraan yang ingin masuk tol juga
terhambat sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan dari arah Bogor menuju
Jakarta. Rekayasa dilakukan dengan mempersempit jalur menggunakan pembatas
jalan dari tiang seng, tujuannya agar tidak terjadi crossing atau penghambatan
arus di Jalan Raya Bogor.”Banyak kendaraan dari Gas Alam yang memotong jalur
utama sehingga menjadi macet dan sangat membahayakan.”ungkap Sulani.
Untuk itu,
Sulani mengimbau kepada para pengendara agar tertib dan mematuhi rambu-rambu
lalu lintas. Gunakan lajur yang benar agar tidak menghambat arus kendaraan.”Hati-hati
banyak marka jalan yang sudah rusak dan rambu-rambu hilang.”tandasnya.(wandy)
Hindari Kemacetan, Jalur Gas Alam Dipersempit
0 komentar
Kepadatan
arus lalulintas di Jalan Raya Bogor, khususnya di depan pintu keluar masuk tol
Cijago, Cimanggis, Depok memaksa petugas Unitlantas Polsek Sukmajaya melakukan
rekayasa lalu lintas. Kepadatan terjadi saat jam sibuk pukul 05.30-07.00WIB,
baik dari arah Bogor ke Jakarta maupun sebaliknya. “Mengantisipasi kemacetan di
pertigaan Gas Alam, kita lakukan rekayasa dengan memperkecil jalur dari gas alam mengarah ke Jalan Raya
Bogor. Semula dari dua jalur menjadi satu jalur.”ujar Plt Kanit Lantas Polsek
Sukmajaya, Ipda Sulani saat ditemui di Pertigaan TL Gas Alam, Jum’at (28/9).

